Minggu, 07 Oktober 2012

Komunikasi Verbal dan Nonverbal




A. Pengertian

·      Komunikasi Verbal
Komunikasi Verbal adalah proses penyampaian pikiran, pesan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol yang menggunakan satu kata maupun lebih sebagai medianya.

Media yang sering dipakai yaitu bahasa. Karena, bahasa mampu menerjemahkan pikiran seseorang kepada orang lain. Ide, informasi ataupun opini. Bahasa sudah dianggap menjadi suatu sistem kode verbal.
Karena sepanjang hidup kita menggunakan bahasa, maka sering kali kita tidak menyadari lagi fungsi bahasa. Kita baru menyadari fungsi bahasa saat kita menemui jalan buntu dalam menggunakan bahasa. Misalnya saat kita berkomunikasi dengan seseorang yang sama sekali tidak memahami atau mengerti bahasa kita, begitu juga sebaliknya kita tidak mengerti dan memahami bahasanya.

·         Komunikasi Nonverbal
Komunikasi Nonverbal adalah kebalikan dari komunikasi verbal yaitu proses penyampaian pesan kepada orang lain dengan tidak menggunakan kata-kata.

Komunikasi Nonverbal menggunakan kial (gestur), gerak, isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata. Dan bisa juga menggunakan  penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol (lambang) serta cara berbicara seperti intonasi , penekanan, kualitas suara, gaya emosi ,  gaya berbicara dan lain sebagainya.
Tetapi para ahli dibidang komunikasi nonverbal biasanya mendefinisikan ‘tidak menggunakan kata’ dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dengan komunikasi nonlisan. Misalnya tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata-kata meskipun tidak secara langsung.

B. Jenis - Jenis Komunikasi Nonverbal
Komunikasi Nonverbal memiliki tujuh jenis yang umum diketahui, yaitu :

·         Sentuhan (haptic)
Sentuhan atau disebut dengan tactile message, termasuk pesan nonverbal nonvisual dan nonvokal. Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan berbagai emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan.
Alma I Smith, seorang peneliti dari Cutaneous Communication Laboratory mengemukakan bahwa berbagai perasaan yang dapat disampaikan melalui sentuhan, salah satunya adalah  kasih sayang (mothering) dan sentuhan itu memiliki khasiat kesehatan.

·         Komunikasi Objek
Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe (penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan). Contoh dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.

·         Kronemik
Chronomics refers to how we perceive and use time to define identities and interactions. (Wood.2007 : p.149). Secara singkat dapat dijelaskan bahwa kronemik merupakan bagaimana komunikasi nonverbal yang dilakukan ketika menggunakan waktu, ini juga berkaitan dengan peranan budaya dalam konteks tertentu. Contohnya Mahasiswa menghargai waktu. Ada kalanya kita mampu menilai bagaimana mahasiswi/mahasiswa yang memanfaatkan dan mengaplikasikan waktunya secara tepat dan efektif.
·         Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan untuk melepaskan ketegangan.

·         Proxemik
Proxemik adalah bahasa ruang, yaitu jarak yang gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban seseorang dengan orang lain. Bagaimanapun dari sumber yang telah ada, jarak mampu mengartikan suatu hubungan.  Richard West dan Lynn H. Turner pada Introducing Communication theory (2007) membagi zona proksemik pada berbagai macam pembagian, yaitu :
-          Jarak intim, jaraknya dari 0 – 18 inci.
-          Jarak personal, jaraknya 18 inci – 4 kaki.
-          Jarak sosial, jaraknya 4 – 12 kaki.
-          Jarak publik, lebih dari 12 kaki.

·         Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.

·         Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.

C. Fungsi Komunikasi Nonverbal
Menurut Mark L. Knapp (1972: 9-12) ada lima fungsi dari komunikasi nonverbal, yaitu :
-          Repeating (Repetisi) , yaitu mengulang kembali pesan yang disampaikan secara verbal. Contohnya mengangguk kepala ketika mengatakan ‘Iya’ dan menggelengkan kepala ketika mengatakan ‘Tidak’.

-          Substituting (Substitusi) , yaitu mengantikan lambang-lambang verbal. Contohnya Anda menggoyangkan tangan anda dengan telapak tangan menghadap depan sebagai penganti kata ‘Tidak’ saat pengamen menghampiri anda.
-          Contradicting (Kontradiksi) , yaitu menolak pesan verbal atau memberikan makna lain terhadap pesan verbal. Contohnya seorang suami mengatakan ‘Bagus’ ketika dimintai komentar istrinya mengenai baju yang baru dibelinya sambil matanya terus terpaku pada koran yang sedang dibacanya.
-          Complementing (Komplemen) , yaitu melengkapi dan memperkaya pesan maupun makna nonverbal. Contohnya melambaikan tangan saat mengatakan selamat jalan.
-          Accenting (Aksentuasi) , yaitu menegaskan pesan verbal atau mengaris bawahinya. Contohnya Mahasiswa membereskan buku-bukunya atau melihat jam tangan ketika jam kuliah berakhir atau akan berakhir, sehingga dosen sadar diri dan akhirnya menutup kuliahnya.
 
Dari komunikasi yang kita lakukan, menurut penelitian ternyata komunikasi verbal hanya memiliki porsi 35% , sisanya 65% adalah komunikasi nonverbal. Kenapa demikian karena bahasa yang umum digunakan dalam komunikasi verbal itu memiliki berbagai keterbatasan lebih banyak dibandingkan dengan komunikasi nonverbal. Berbagai keterbatasan dari bahasa yaitu difaktori oleh faktor integritas, faktor, budaya, faktor pengetahuan, faktor kepribadian, faktor biologis dan faktor pengalaman. Komunikasi verbal dan nonverbal itu saling melengkapi satu sama lain. Meskipun beda cara maupun bentuk tetap saja tujuan utama dari komunikasi verbal dan nonverbal itu sama yaitu bertujuan untuk menyampaikan pesan untuk mendapatkan respon, timbal balik maupun efek.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar